Leo Nababan Pleno Golkar Bisa Berujung Voting

JAKNEWS, Wakil Sekjen Golkar Leo Nababan mengatakan pengesahan panitia Musyawarah Nasional partai beringin dalam rapat pleno bisa berujung voting, karena ada perlawanan terkait masuknya nama Nurdin Halid sebagai Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee).

“Akan menjadi seru bila dibuka sesi pendapat dalam pleno, bisa-bisa berujung voting,” ujar Leo Nababan dihubungi di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya susunan kepanitiaan inti Munas Golkar sudah ditetapkan dalam rapat harian DPP Golkar antara lain Penanggung Jawab Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, Ketua Penyelenggara Munas Theo L Sambuaga, Ketua Steering Committee Nurdin Halid dan Ketua Organizing Committee Zainuddin Amali.

Namun susunan itu akan dibawa dalam rapat pleno yang akan dihadiri hampir 300 pengurus, untuk mendapatkan persetujuan.

“Susunan kepanitiaan itu memang sudah mendapatkan perlawanan dalam rapat harian. Dan ini belum final karena akan dibawa dalam pleno,” kata dia.

Dia mengatakan pada Munas sebelumnya di Bali, Aburizal Bakrie juga tercatat pernah bersikeras agar Ketua Steering Committee dijabat Nurdin, dan hasilnya munas kala itu dianggap tidak adil dan terjadi lah perpecahan di internal Golkar.

Oleh karena itu dia meminta, segala hal yang terjadi dalam rapat pleno nanti terkait susunan panitia munas agar dibiarkan mengalir saja.

“Apakah penunjukkan pak Nurdin ada kesengajaan, itu tanda tanya besar bagi saya. Saya meminta dalam pleno nanti jangan ada pemaksaan kehendak. Biarkan saja mengalir secara demokratis,” ujar dia.

Lebih jauh Leo mengungkapkan selain soal penunjukkan Nurdin Halid, masalah lain yang dipersoalkan adalah mayoritas susunan panitia munas yang merupakan kader asal Indonesia Timur, seperti Theo Sambuaga, Yorrys Raweyai, Nurdin Halid, Zainuddin Amali, dan Erwin Aksa.

“Itu juga menjadi ganjalan bagi kawan-kawan dalam rapat harian. Tapi bagi saya pribadi, saya tidak melihat dari Indonesia Timur atau Indonesia Barat yang penting soal ‘fairness’,” ujar alumnus Lemhanas KRA 39 itu.

Leo mengatakan jika sudah tidak ada keadilan dalam penyusunan panitia munas, maka hasil munas pun akan diragukan.

Munas Golkar akan dihelat pekan kedua April 2016. Sejauh ini DPP Golkar belum menggelar rapat pleno untuk mengesahkan panitia munas

loading...
Styaningrum
By Styaningrum February 26, 2016 12:46 Updated