Pentagon Beritahu Keluarga Militer Agar Tiinggalkan Turki

JAKNEWS, Lembaga pertahanan AS, Pentagon, pada Selasa (29/3) memerintahkan keluarga tentara AS agar meninggalkan Turki Selatan, di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Perintah itu, yang dikeluarkan pada Selasa, akan berlaku terutama pada anggota keluarga militer AS dari Pangkalan Udara Incirlik di Adana, Turki. Dalam beberapa bulan belakangan, wilayah tersebut telah menjadi pusat utama bagi peluncuran serangan koalisi pimpinan AS terhadap sasaran kelompok gerilyawan IS di Irak dan Suriah.

Anggota keluarga militer AS dari instalasi di Kota Besar Ismir dan Mugla di Turki juga akan termasuk dalam perintah itu.

“Keputusan untuk memindahkan keluarga dan warga sipil tersebut diambil setelah konsultasi dengan Pemerintah Turki, Departemen Luar Negeri kami, dan Menteri Pertahanan kami,” kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Komando Eropa AS.

Namun, perintah itu tidak “menandai keputusan permanen guna mengakhiri lawatan yang ditemani ke instalasi ini”, kata pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.

“Itu tentu saja meringankan resiko anasir dan personel DoD (Departemen Pertahanan), termasuk anggota keluarga, dan pada saat yang sama menjamin keefektifan tempur pasukan AS dan misi pendukung kami buat operasi di Turki,” katanya.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan, dan mendesak warga negara AS agar menghindari Turki Tenggara akibat “meningkatnya ancaman dari kelompok pelaku teror”.

Turki telah menghadapi serangkaian serangan mematikan selama beberapa bulan belakangan, dan yang paling akhir terjadi di Istanbul Tengah, Kota Turki yang menghubungkan wilayah Eropa dan Asia melalui Selat Bosporus, pada 19 Maret, sehingga menewaskan lima orang.

Serangan tersebut terjadi satu pekan setelah satu serangan bom mobil di Ankara Tengah, Ibu Kota Turki, sehingga merenggut 37 jiwa.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum March 30, 2016 20:07