HNSI Dukung Keberanian Indonesia Tangkap Kapal Tiongkok

JAKNEWS, Seluruh elemen bangsa Indonesia harus mendukung keberanian aparat keamanan laut Indonesia yang berani menangkap kapal nelayan Tiongkok yang melaut tanpa izin di perairan nasional.

“HNSI juga memberikan dukungan penuh,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara Syah Afandin di Medan, Minggu.

Menurut dia, keberanian untuk menangkap kapal nelayan China (Tiongkok) yang menangkap ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau tersebut menunjukkan Indonesia memiliki kedaulatan.

Meski penangkapan tersebut dibayang-bayangi oleh kapal milik pemerintah China, tetapi petugas keamanan laut Indonesia layak “diacungi jempol” karena tidak takut dalam menjalankan tugas.

“Keberanian itu layak didukung karena dalam upaya menjaga teritorial Indonesia,” katanya.

Sebagai kebijakan jangka panjang, pihaknya mengharapkan pemerintah Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan negara dalam pemberdayaan potensi kelautan nasional.

Namun dalam kerja sama tersebut di bidang kelautan tersebut, pemerintah harus tetap mengedepankan keuntungan bagi Indonesia.

“Jadi, ada solusi dan manfaat yang dapat diambil,” kata Syah Afandin yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara itu.

Ketika dipertanyakan tentang protes pemerintah China, ia menilai hal itu sebagai sebuah kewajaran sebagai bentuk perlindungan bagi warga negaranya.

Apalagi dalam berbagai kesempatan, China memang sering memberikan pernyataan untuk membuat opini bahwa tindakan Indonesia salah ketika menangkap kapal nelayan milik warganya.

Namun dalam pertemuan G-7 plus Jepang baru-baru ini, sudah kelihatan China tidak bisa memaksakan teritorialnya melebihi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah ditetapkan.

“Jadi, China boleh saja protes, tetapi kita juga punya kedaulatan,” kata Syah Afandin.

Sebelumnya, Kapal Oswald Siahaan-354 menangkap kapal ikan milik China “Gui Bei Yu” dengan nomor lambung 27088 yang memasuki perairan nasional di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Saat itu, terdeteksi kapal China yang diduga melakukan pencurian ikan, dan kemudian dikejar prajurit TNI AL yang dilanjutkan dengan penangkapan.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A Taufiq R mengatakan, kapal ikan milik China dapat dikuasai setelah KRI Oswald Siahaan-354 melepaskan tembakan peringatan beberapa kali yang mengarah kepada buritan kapal.

Penembakan terpaksa dilakukan karena peringatan untuk menghentikan kapal tersebut, tidak dihiraukan para ABK.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum June 5, 2016 17:02