Tim Kesenian Lampung Tampil Di Pesta Kesenian Bali

JAKNEWS, Tim kesenian Provinsi Lampung tampil dalam Pesta Kesenian Bali ke-38 yang berlangsung dari 11 Juni hingga 9 Juli 2016.

Menurut I Wayan Sumerta Dana Artha, rombongan tim kesenian Lampung, saat dihubungi dari Bandarlampung, Senin, dalam ajang Pesta Kesenian tahunan yang digelar Pemprov Bali ini Lampung menampilkan kolaborasi para seniman dari Sanggar Jung Sarat dan tim kesenian dari Dinas Pariwisata dan Budaya Lampung Barat.

Tim Lampung tampil pentas di Panggung Ayodia Taman Budaya Bali hari ini.

Wayan Sumerta menjelaskan, dalam Pentas Kesenian Bali (PKB) yang mengusung tema “Karang Awak” ini, Lampung menampilkan gelaran seni berupa musik, tari, dan lagu-lagu Lampung.

Lebih lanjut, dikatakannya, sesuai dengan tema yang diusung PKB, Karang Awak, Lampung mempersembahkan repertoar musik garapan baru Labuh Labung Angin.

“Musik ini mengisahkan tentang keadaan cuaca saat ini yang tidak menentu, kadang-kadang panas, seketika hujan angin. Ini yang menginspirasi kami untuk menggarap musik ini,” ujar Moccoh, panggilan akrab I Wayan Sumerta Dana Artha itu pula.

Selain itu, Lampung juga mementaskan Tari Sembah Batin, Pencak Khakot, dan Bedana Tepui. Sedangkan untuk musik akan ditampilkan lagu Tanah Lado dan Cangget Agung yang mengisahkan bumi Lampung dengan kebudayaannya yang adiluhung.

Moccoh menegaskan, ajang PKB ini sangat cocok untuk mempromosikan budaya Lampung.

Menurutnya, PKB tak hanya dihadiri dan dipentaskan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Tetapi PKB juga diminati para wisatawan asing.

“Kita berupaya terus untuk mempromosikan budaya Lampung. Ini merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian. Budaya tradisi yang kita gali, diolah kemudian ditampilkan ke publik yang lebih luas lagi,” ujar Moccoh.

Karena itu, Moccoh berharap Pemprov Lampung terus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh para seniman Lampung yang punya komitmen dalam menumbuhkembangkan budaya Lampung.

” Mak kham siapa lagi. Mak ganta kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi,” kata Moccoh pula.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum June 20, 2016 17:54
Tulis komentar

Tidak ada Komentar

Tidak ada Komentar

Tapi Anda dapat menjadi yang pertama yang mengomentari artikel ini.

Tulis komentar
Lihat komentar

Tulis komentar

Alamat e-mail Anda tidak akan dipublikasikan.
Bidang yang harus diisi ditandai*