Pupuk Bersubsidi Hasil Sitaan Akan Segera Dikembalikan

JAKNEWS, Tim Penyidik Subdit I Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat segera mengembalikan 14.500 kilogram pupuk bersubsidi yang disita pada pekan lalu di Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan Presiden RI yang mendorong Polri untuk membantu dan mengamankan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, salah satunya menjaga ketahanan pangan, seperti penyaluran pupuk bersubsidi ini,” kata Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Boyke Karel Wattimena di Mataram, Rabu.

Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait maupun kejaksaan, apakah nantinya barang bukti tersebut dapat disisihkan dan kemudian sisanya langsung dikembalikan kepada yang berhak menerima.

“Apakah nantinya akan diserahkan kepada pihak pengecer atau langsung ke distributornya, itu tergantung dari hasil koordinasi,” ujarnya.

Hal itu diungkapkannya karena dalam prosedur hukum, khususnya penyidikan, tidak terlepas dari adanya penyitaan barang bukti hingga kasusnya dilimpahkan ke meja persidangan.

“Jadi terlebih dahulu harus dikoordinasikan,” ucapnya.

Namun, Boyke berharap dengan munculnya kasus ini tidak membuat para petani, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur, sulit memperoleh pupuk bersubsidi.

“Kita tidak mau dengan adanya kasus penyimpangan ini, malah menghambat proses pendistribusiannya, karena jelas itu bisa bertentangan dengan kebijakan pemerintah,” kata Boyke.

Diketahui bahwa 14.500 kilogram pupuk bersubsidi ini diamankan pada Selasa (16/8) dari dua toko yang tidak mengantongi izin resmi sebagai pengecer. Pupuk yang dimaksud antara lain berjenis pupuk bersubsidi jenis urea, ZA, dan NPK.

Lebih lanjut dalam penanganan proses hukumnya, tim penyidik dikatakannya belum dapat menetapkan tersangka, melainkan pihaknya disebutkan masih membutuhkan pendalaman keterangan dan alat bukti lainnya.

“Penetapan tersangka akan dilaksanakan setelah gelar perkara, proses ini masih menunggu keterangan dari ahli. Untuk itu segera mungkin kami akan menyelesaikan proses hukumnya,” ujarnya.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum August 24, 2016 16:28