Wah, Bener Gak Sih Pizza Jadi Makanan yang Sehat?

JAKNEWS, Pizza, makanan berbahan dasar roti dengan topping daging, paprika dan keju, ada yang sehat dan tidak sehat. Bergantung pada jenis kerak, jumlah keju dan topping yang digunakan. Mungkin saja pizza menjadi makanan yang bernutrisi.

Bahkan pizza yang sehat memberikan sodium sodium yang baik dari saus tomat dan keju. Jadi jika kamu memperhatikan asupan garam, kamu harus makan dengan hati-hati. Tentu saja, ukuran potongan dan jumlah irisan yang kamu makan juga dihitung.

Pizza memiliki kalsium dari keju dan melawan penyakit lycopene dengan tomat. Dan kerak pizza yang dibuat dengan tepung terigu utuh (termasuk tepung gandum utuh) lebih sehat dari pada kerak putih biasa, karena ini menawarkan biji-bijian dan serat utuh yang dicerna lebih lambat dari pada butiran halus.

Tapi apa yang kamu masukkan pada pizza dapat mempengaruhi nilai nutrisi secara signifikan. Topping seperti pepperoni, sosis dan keju tambahan dapat meningkatkan lemak jenuh, sodium dan kalori, sementara irisan dibuat dengan kerak yang lebih tipis dan ditutupi sayuran cenderung memiliki kalori, lemak jenuh, dan sodium yang lebih rendah.

Sebagai contoh, sepotong besar Pizza Hut’s Thin ‘N Crispy Veggie Lovers pizza memiliki 240 kalori, 4 gram lemak jenuh dan 710 miligram sodium. Tapi sepotong besar pizza Daging dengan pepperoni, sosis, ham, bacon, daging babi dan daging sapi memiliki 480 kalori, 10 gram lemak jenuh dan 1.180 miligram sodium.

Pizza beku bisa menjadi makan malam yang nyaman, tapi harganya juga bervariasi dalam hal bahan dan nilai gizi, terutama dengan jumlah sodium, jadi penting untuk membaca label dengan hati-hati (beberapa mengandung sejumlah kecil lemak trans juga). Pizza bebas susu dan bebas gluten juga tersedia, namun seperti halnya dengan pizza lainnya, kesehatannya beragam.

Satu studi baru-baru ini menyimpulkan bahwa konsumsi pizza di kalangan anak-anak dan remaja dikaitkan dengan asupan kalori harian yang lebih tinggi dan asupan lemak jenuh dan sodium yang lebih tinggi. Studi tersebut juga menemukan bahwa pizza yang dimakan sebagai makanan ringan atau dari restoran cepat saji memiliki dampak negatif terbesar pada asupan kalori.

Pizza yang dikonsumsi di sekolah tidak secara signifikan mempengaruhi asupan kalori anak-anak, mungkin karena makanan tersebut tidak berbeda dengan makanan pembuka sekolah lainnya, menurut penulis studi.

Jika kamu menikmati pizza secara teratur, cobalah membuatnya di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih sehat, seperti muffin Inggris utuh, keju mozzarella paruh panim dan saus tomat tanpa tambahan garam. Dan jangan lupa untuk mengatasinya dengan banyak sayuran. Pizza kamu lebih berwarna, semakin baik!

loading...
Styaningrum
By Styaningrum May 10, 2017 21:51 Updated