Mentan Akan Sinergikan Petani Bawang Putih Dengan BUMN

JAKNEWS, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan petani bawang putih akan disinergikan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui kredit usaha rakyat (KUR).

“Para petani bawang putih nanti akan bersinergi dengan BUMN, daerah yang memiliki potensi diminta membuat surat melalui KUR, dengan begitu nanti 2019 swasembada kita capai, percepat dari rencana 2026,” kata Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

Selain itu, Mentan juga meminta tambahan dana sebesar Rp1 triliun melalui APBN-P untuk mendukung pengembangan lahan bawang putih seluas 60.000 hektar.

Ia berjanji jika itu bisa terpenuhi, maka dalam jangka waktu dua tahun, swasembada bawang putih bisa tercapai. Menurut dia, hal tersebut lebih efisien dari pada harus impor sebesar Rp20 triliun untuk bawang putih.

Menurut dia, lahan yang diperlukan tidak terlalu besar untuk bawang putih. Lahan kecil butuh hanya 60.000 hektar, kementerian pertanian sudah identifikasi lokasi lahan tersebut yaitu di Lombok Timur, Jawa Tengah , Temanggung, Enrekang, Solok.

“Bibit sudah siap semua,” katanya.

Ia memberi gambaran jika ada tambahan Rp1 triliun maka negara sebanding dengan penghematan impor sebesar Rp20 triliun. Namun ia menegaskan ini masih berupa usulan.

Setelah itu, ia menjelaskan harga tetap dijaga, tidak hanya membagikan benih saja kepada para petani. Saat ini daerah Temanggung merupakan penyumbang terbesar tanaman bawang putih.

Amran juga telah menyiapkan bibit unggul untuk ketersediaan rempah-rempah senilai Rp2 triliun pada tahun 2018.

“Ke depan kita bangkitkan komoditas yang strategis untuk ekspor,seperti dulu daerah rempah-rempah. Rempah itu seperti,merica, pala, lada, cengkeh, kakao, kami siapkan bibit, senilai Rp2 triliun pada 2018, mudah-mudahan ada tambahan lagi,” katanya.

Ia mengatakan daerah-daerah penghasil rempah seperti Maluku akan didorong untuk dijadikan daerah penghasil rempah-rempah kualitas ekspor.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum May 30, 2017 19:16