Realisasi Panen Padi Kabupaten Langkat Mencapai 53,27 Persen dari Rencana

JAKNEWS, Realisasi panen padi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga pertengahan Agustus 2017 mencapai 53,27 persen atau 46.976 hektare dari rencana panen yang ditentukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat.

“Keberhasilan ini kerja keras dari petani, diharapkan nantinya akan bisa memenuhi rencana panen di akhir Desember 2017,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Nasirudin, di Stabat, Sabtu.

Nasiruddin menjelaskan, rencana panen padi yang sudah ditetapkan untuk tahun 2017 itu mencapai 88.178 hektare, sementara realisasi panen yang sudah dilakukan petani seluas 46.976 hektare atau 53,27 persen.

“Tentu kita berharap dengan pertanaman baru nantinya, cuaca yang mendukung, pupuk yang tersedia, sisa panen yang ada seluas 41.02 hektare lagi akan bisa dipenuhi sehingga rencana panen bisa mencapai 100 persen,” katanya.

Pertanaman padi sawah itu berada di areal yang mempunyai irigasi teknis seluas 8.642 hektare yang bisa tanam dua hingga tiga kali setahun, sedangkan lahan tadah hujan seluas 27.645 hektare.

Selain itu, ada juga pertanaman padi gogo (ladang) yang sudah realisasi panen di lapangan seluas 538 hektare dari rencana panen seluas 629 hektare atau 85,53 persen.

“Tentu dengan adanya pertambahan ini maka luas keseluruhan panen di Langkat sudah mencapai 47.514 hektare, dari panen padi sawah dan panen padi gogo,” katanya.

Selain tanaman padi, pertanaman lainnya juga sudah panen terutama berbagai komoditi unggulan seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan berbagai komoditi lainnya yang terus digalakkan untuk dikembangkan.

Tanaman jagung sudah panen seluas 11.109 hektare, kedelai panen seluas 577 hektare, kacang tanah 338 hektare, kacang hijau 541 hektare, ubi kayu 275 hektare, dan ubi jalar 126 hektare.

Selain untuk memenuhi pasar lokal, produksi tanaman asal Langkat tersebut juga dikirim ke berbagai daerah seperti Binjai dan Medan.

“Cabai juga sudah panen seluas 255 hektare, kacang panjang 454 hektare, terong 124 hektare, tomat 15 hektare, ketimun 239 hektare, semangka 730 hektare, bayam 146 hektare, kembang kol tujuh hektare, sawi 111 hektare, dan kangkung 95 hektare,” katanya.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum August 19, 2017 11:26 Updated