Banyak Penderita Tidak Sadar Telah Terkena Penyakit Diabetes

JAKNEWS, Prevalensi penderita diabetes di Indonesia tidak pernah menurun. Trennya menunjukkan jumlah penderita penyakit itu selalu naik.

Rujukan data statistik terpercaya tentang penderita jumlah diabetes yang dipakai ilmuwan dan peneliti umumnya berasal dari International Diabetes Federation (IDF). Data ini juga bersumber dari organisasi kesehhatan dunia WHO serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau Riskesdas.

Banyak penderita diabetes yang tak sadar dirinya terkena diabetes. Karena itu penderita diabetes dibedakan berdasarkan seseorang yang belum terdiagnosa, dan seseorang yang sudah terdiagnosa.

Jumlah penderitanya di Indonesia dan di negara berkembang terus meningkat. Indonesia menduduki posisi ke 9 di dunia atau posisi nomor 3 di Asia karena jumlah populasi penduduk yang banyak. Penyakit diabetes adalah penyakit katastropik atau berbiaya tinggi karena menyebabkan komplikasi.

“Dianggap katastropik karena memang nature atau sifat penyakit itu sendiri. Diabetes itu kan baru dirasakan seseorang jika sudah merasakan komplikasi. Banyak orang terkena diabetes tetapi tidak sadar,” kata Edukator Diabetes Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yulia.

Mengapa tidak sadar jika terkena diabetes?
Dosen FIK UI ini menjelaskan, gejala awal diabetes menunjukkan hanya dikira sebagai suatu yang wajar bagi masyarakat awam. Karena itu banyak masyarakat tak mengira gula darahnya sudah tinggi.

“Gejala awalnya kan banyak minum, banyak buang air kecil, banyak makan tapi enggak gemuk-gemuk justru berat badan menurun dan cepat mengantuk. Orang dengan gejala seperti ini, enggak bakal ke dokter. Karena dikira wajar. Lapar cari makanan, ingin buang air kecil ya pipis lah. Gejala itu tak menunjukkan itu penyakit,” jelasnya.

Diabetes adalah sebuah kondisi banyaknya kadar gula di dalam darah. Normalnya seseorang memiliki kadar gula darah 80-140 mg/dl dalam darah.

Di dalam darah, kadar gula darah fluktuatif. Misalnya usai makan, kadar gula darah tinggi namun dapat kembali normal setelah dua jam pada orang dengan gula darah normal.

“Berbeda jika seseorang kena diabetes. Lalu saat stres, kadar gula darah itu bisa tinggi. Manajemen stres juga perlu dilakukan,” kata Yulia.

Diabetes secara umum terbagi 4 jenis. Tipe I dan II yang paling banyak. Lalu diabetes karena kehamilan, dan diabetes karena penyebab lain bisa karena kurang gizi atau zat-zat tertentu.

Yulia
berharap jangan ada lagi penambahan penderita dalam jumlah besar. Dia mengingatkan jangan sampai masyarakat tersadar saat komplikasi datang atau bahkan hingga kecacatan dan meninggal dunia.

“Intinya adalah yang saya sayangkan, jangan terjadi penambahan jumlah penduduk diabetes apalagi sampai ada kecacatan dan kematian, diabetes bisa dicegah komplikasinya atau diperlambat. Tingkatkan pemahaman tentang kesehatan, kesadaran tinggi, dan jauhi pola hidup enggak sehat,” kata Yulia.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum October 11, 2017 12:38