Permintaan Perkantoran Bisnis Berbasis Teknologi Terus Meningkat Pesat

JAKNEWS, Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan permintaan terhadap ruang perkantoran untuk perusahaan bisnis berbasis teknologi seperti “e-commerce” terus melesat dan mendominasi permintaan di kawasan perkantoran Jakarta.

“Permintaan ruang kantor dari perusahaan berbasis teknologi sedang berkembang,” kata Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam paparan properti di Jakarta, Rabu.

James Taylor memaparkan, sejumlah perusahaan berbasis teknologi yang sangat aktif dalam meminta ruang kantor antara lain adalah bisnis jenis fintech, online gaming, travel booking, dan tentu saja e-commerce.

Menurut dia, pada kuartal III-2017 ini, dinyatakan lebih dari 50 persen dari penyewaan ruang kantor di kawasan CBD atau daerah sentrabisnis berasal dari perusahaan sektor teknologi tersebut.

Ia berpendapat bahwa melonjaknya permintaan dari usaha berbasis teknologi antara lain karena menurunnya jumlah permintaan dari perusahaan sektor minyak dan gas bumi (migas).

James juga menyoroti banyaknya pasokan gedung perkantoran baru seperti pada 2016 ada 450 ribu meter persegi, dan pada 2017 ada 765 ribu meter persegi.

“Ada banyak menara baru yang bakal beroperasi seperti di Jl Gatot Subroto, Kuningan, dan daerah sentrabisnis lainnya,” katanya.

Dia mengemukakan bahwa dampak dari banyaknya pasokan itu adalah terus menurunnya biaya sewa perkantoran yang telah terjadi sejak tahun 2015, dan diperkirakan biaya sewa juga bakal berkontraksi pada periode tahun 2017-2018.

Sebelumnya, pengembang apartemen Green Pramuka, PT Duta Paramindo Sejahtera menyatakan, kestabilan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai bakal berimbas positif pada membaiknya daya beli warga, termasuk pada pasar properti.

“Sejak 2016 akhir hingga saat ini pasar properti mulai membaik, terutama sejak ada kebijakan amnesti pajak dan penurunan suku bunga,” kata Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera Eddy Hartono di Jakarta, Rabu (20/9).

Menurut dia, meski demikian tetapi juga perlu diwaspadai 2019 yang merupakan musim pemilu yang dinilai “sudah berada di depan mata” karena tinggal dua tahun lagi.

Namun, ia meyakini bahwa pemerintah saat ini sangat stabil seperti ada banyak pemangkasan izin maupun birokrasi dan konsisten dengan pembangunan infrastruktur yang mengintegrasikan kawasan hunian dan bisnis.

loading...
Styaningrum
By Styaningrum October 11, 2017 12:16