Bali Kirim 16 Judoka Putra dan Putri  ke PON XIX  Jabar

JAKNEWS, Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali, siap mengirim 16 judoka putra dan putri terbaiknya ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar), September 2016.

"Mereka yang dikirim ini merupakan atlet terbaik setelah berhasil lolos dalam pra-PON sebelumnya, sehingga diharapkan dalam ajang nanti dapat mengharumkan nama Bali," ujar Pelatih Judo Bali Made Antika Kowara di Denpasar, Sabtu.

Ia memaparkan, dari 16 atlet yang lolos PON remaja itu terbagi atas tujuh atlet putra dan sembilan atlet putri yang diharapkan dapat mendulang banyak emas dalam ajang nanti.

Antika Kowara menjelaskan tujuh judoka Bali yang lolos dalam ajang itu yakni Putu Wirangga Muda Adesta yang turun di kelas 81 kilogram (kg), Ganding Kalbu Soetama (100 kg), Kadek Rakyanda Adyatama (90 kg), Pasek (81 kg), Komang Adiartha (73 kg), Putu Sukarya Yasa (60 kg) dan Adi Wirawan (73 kg).

Sedangkan, sembilan judoka putri Bali yang lolos yakni Sinta Mulyana turun dikelas 52 kg, Putu Prapti Virgiani (57 kg), Andipandini (57 kg), Ayu Intan (63 kg), Yuditia (63 kg), Amano Komachi (70 kg), Ayu Handayani (70 kg), Utari Ivani Ardianti (78 kg), Ulan Permatasari (+78 kg).

Dari semua atlet yang lolos itu, ada tujuh atlet putra dan putri ikut anggota pelatnas yakni dikategori putra Komang Ardiarta, Rakiyanda, Adi Wirawan dan Ganding. Kemudian, kategori putri yakni Ani Pandini, Virginia, dan Utari Wulan Permatasari.

"Untuk pesaing terberat judoka Bali dalam ajang PON nanti diantaranya tuan rumah Jawa Barat dan Jakarta," kata Antikakowara.

Wakil Ketua Umum PJSI Bali, I Nengah Sudiartha, membenarkan dari 16 judoka Bali yang lolos dalam ajang PON Jawa Barat itu, ada tujuh atlet yang ikut Pelatnas dan diharapkan mampu mendulang minimal dua emas.

"Kami juga berencana judoka Bali yang masuk pelatnas akan berkesempatan mengikuti latihan ke Korea Selatan beberapa bulan ke depan setelah berlangsungnya Kejuaran Judo Bali Open pada 25-27 Maret 2016," ujarnya.

Kemudian, atlet Pelatnas yang dikirim ke Korea Selatan merupakan program kerja PB PJSI. "Kami juga akan mengirim kurang lebih enam judoka Bali yang lolos PON untuk berlatih ke Jepang selama sebulan saja untuk mendalami teknik bantingan," ujarnya.

Ia mengakui, dipilihnya Jepang sebagai tempat berlatih judoka Bali, karena negara tersebut menjadi pusat latihan para judoka dari berbagai negara untuk lebih mendalami berbagai teknik bantingan.

"Jepang selama ini tempat bergurunya para judoka dari berbagai negara, terutama yang judokanya ingin lebih mendalami teknik bantingan. Ini cocok bagi judoka Bali yang hendak berlaga di PON, karena teknik seperti itu harus dikuasai," kata Sudiartha.

Styaningrum
By Styaningrum March 5, 2016 16:07