BEI Resmikan Pencatatan Saham Protech Mitra Perkasa

JAKNEWS, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk sebagai emiten kesembilan pada tahun 2016 ini dengan kode perdagangan OASA.

"Saham OASA berada di papan pengembangan. Pencatatan dan perdagangan saham itu merupakan emiten kesembilan atau ke 530 yang tercatat di Bursa," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat dalam sambutannya di Jakarta, Senin.

Sebagai perusahaan terbuka, ia mengingatkan hal-hal yang penting untuk dilaksanakan diantaranya menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG) yakni mencakup aspek transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab serta kejujuran, serta melakukan keterbukaan informasi baik kepada Bursa maupun kepada publik.

"Semoga saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk menjadi salah satu saham yang terus menjadi pilihan para investor dan manajemen investasi dalam menentukan portofolionya," katanya.

Dalam aksi korporasi itu, OASA meraih dana dari pasar modal sebesar Rp30,400 miliar dengan menawarkan sebanyak 160.000.000 lembar saham seharga Rp190 per lembar.

Direktur Utama Protech Mitra Perkasa, Anton Santoso mengatakan bahwa dana hasil IPO yang terhimpun itu sekitar Rp5 miliar akan digunakan untuk setoran modal di entitas anak yaitu PT Telesys Indonesia sehingga perseroan memiliki 99,99 persen sahamnya.

Sisa dana IPO, lanjut dia, akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja perseroan khusnya untuk kegiatan operasional yang digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan industri telekomunikasi khusnya peningkatan permintaan akan pembangunan maupun pemeliharaan menara BTS.

"Peluang pertumbuhan BTS di Indonesia akan terus berkembang dalam 10 tahun ke depan, mengingat area coverage yang masih kurang dan juga permintaan yang terus meningkat di Indonesia," katanya.

Pada perdagangan perdana hari ini (Senin, 18/7), harga saham OASA dibuka menguat ke posisi Rp320 per lembar saham atau sekitar 68,42 persen. Protech Mitra Perkasa Tbk merupakan perusahaan di bidang infrastruktur, utilitis dan transportasi dengan sub sektor "non building construnction". Budi Suyanto

Styaningrum
By Styaningrum July 18, 2016 14:06