Calya dan Sigra sang Pendatang Baru

JAKNEWS, Tidak bisa dipungkiri, mobil dengan kapasitas tujuh penumpang seperti Low Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi buruan konsumen di Indonesia. Namun, selain fitur, harga juga menjadi faktor yang diperhitungkan konsumen.

Tak heran, keberadaan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) seperti Datsun Go+ Panca cukup digemari. Belum lagi dua merek andalan PT Astra International, yaitu Toyota dan Daihatsu, yang siap meluncurkan Calya dan Sigra, yang kabarnya akan dijual dengan harga di bawah Avanza dan Xenia.
Lantas, bagaimana dengan nasib penjualan mobil bekas?

Menanggapi hal tersebut Chief Operating Officer (COO) mobil88 Halomoan Fischer ikut angkat bicara. Menurut dia, hingga saat ini penjualan mobil bekas belum terlihat membaik, imbas dari jelang kehadiran Calya dan Sigra.

Fischer mengaku, orang yang ingin membeli mobil bekas lebih memperhitungkan soal harga ketimbang tren model terbaru.

Sedangkan untuk konsumen yang ingin membeli mobil baru, faktornya karena tidak mau repot mencari dan memeriksa mobil bekas yang sesuai keinginan.

Mobil baru juga dianggap lebih bergengsi. Sebab, kata dia, saat di parkiran, mobil akan terlihat lebih kinclong karena berstatus anyar.

Fischer juga mencontohkan, tidak hanya kehadiran Calya dan Sigra, keberadaaan produk-produk baru yang diluncurkan sejumlah agen tunggal pemegang merek setiap tahun tidak lantas membuat penjualan mobil bekas menurun.

“Paling yang akan terjadi adalah penyesuaian harga. Jadi, kita tidak mungkin jualannya turun. Karena, orang yang beli baru pun akan jual mobil. Kan itu berputar, semua pedagang akan memprediksi itu,” kata dia.

Styaningrum
By Styaningrum June 15, 2016 22:13