FED Mempertahankan Suku Bunga Acuan Jangka Pendeknya

JAKNEWS, Federal Reserve AS atau bank sentral AS, pada Rabu mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya tidak berubah seperti yang diperkirakan, mencatat bahwa "perkembangan ekonomi dan keuangan global terus menimbulkan risiko" bagi ekonomi AS.

Saham Spanyol, Ibex-35, Ditutup Lebih Rendah 0,28 persen
FTSE 100 Di London, Berakhir Tebih Tinggi 0,58 persen
Keputusan FED Mempengaruhi Kurs Dolar AS

The Fed menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal funds 25 basis poin menjadi 0,25-0,5 persen pada Desember, kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade, menandai akhir dari sebuah era pelonggaran kebijakan moneter yang luar biasa.

Tetapi gejolak di pasar keuangan dan pelambatan ekonomi global sejak awal tahun ini telah menimbulkan meningkatnya kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi AS, memaksa pembuat kebijakan The Fed untuk menunda setiap kenaikan suku bunga lebih lanjut sejak itu.

Dalam pernyataan kebijakan Januari, The Fed menolak untuk membuat penilaian tentang keseimbangan risiko-risiko terhadap ekonomi AS, sebuah indikasi ketidakpastian tentang dampak gejolak ekonomi dan keuangan global terhadap perekonomian terbesar di dunia itu.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu setelah pertemuan kebijakan dua hari, The Fed mengatakan "kegiatan ekonomi AS telah berkembang pada kecepatan yang moderat" meskipun perkembangan ekonomi dan keuangan global dalam beberapa bulan terakhir terus menimbulkan risiko.

Perubahan dalam pernyataan tentang risiko-risiko mengisyaratkan bahwa para pejabat Fed cenderung menunggu lebih banyak waktu untuk menilai prospek ekonomi AS sebelum menaikkan suku bunganya lagi.

"Kita tidak akan mengambil kekuatan di pasar tenaga kerja dan konsumsi AS begitu saja," Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan dalam pidato awal bulan ini. "Dari perspektif manajemen risiko, pendapat ini untuk kesabaran karena prospek menjadi lebih jelas." Sekitar 76 persen dari para ekonom bisnis dan akademisi mengatakan Fed akan menunggu sampai Juni untuk menaikkan suku bunganya, sementara sekitar enam persen ekonom memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada April, survei terbaru yang dilakukan oleh Wall Street Journal menunjukkan.

Proyeksi terbaru The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga federal funds akan naik menjadi sekitar 0,9 persen pada akhir 2016, menyiratkan dua perempat persentase poin kenaikan suku bunga tahun ini, turun dari perkiraan pada Desember.

Styaningrum
By Styaningrum March 17, 2016 06:40