Ogoh-Ogoh Bali Tampil Di Darkmofo Australia

JAKNEWS, Ogoh-ogoh dari Bali dan tarian bambu gila dari Maluku tampil dalam festival musim dingin paling populer di Melbourne, Australia, yakni Darkmofo Festival 2016.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu di Jakarta, Jumat, mengatakan Indonesia menampilkan ogoh-ogoh dan bambu gila dalam festival tersebut tepatnya pada 19 Juni 2016.

"Selain Ogoh-Ogoh dan Bambu Gila ada juga gamelan dan booth yang menjual makanan khas Indonesa," kata Vinsen.

Ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempromosikan dan menyosialisasikan kebijakan bebas visa kunjungan singkat ke Indonesia bagi para warga Australia.

Vinsen berpendapat, Festival Darkmofo sangat potensial menjadi ajang promosi Wonderful Indonesia.

"Dengan berpartisipasi aktif pada Darkmofo Festival yang tahun ini kemungkinan dikunjungi lebih dari 300.000-an orang, kami yakin citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Australia bisa meningkat," katanya.

Dengan begitu, kemudian diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatnya jumlah wisatawan asal Australia ke Indonesia.

Selain itu, kata dia, dengan adanya atraksi Bambu Gila, potensi wisata dan budaya masyarakat Maluku dapat tersampaikan kepada masyarakat Australia.

Dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia di wilayah Asia Pasifik khususnya Australia, Kementerian Parwisata bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melboune, berpartisipasi aktif pada Darkmofo Festival.

Darkmofo Festival adalah festival musim dingin yang diselenggarakan oleh Museum of Old and New Art yang terletak di kota Hobart, Tasmania, Australia.

Darkmofo Festival memiliki konsep menyatukan pertunjukkan seni yang beragam seperti musik, film, tarian, teater, dan juga melalui kuliner.

Festival digelar pada 10 - 21 Juni 2016 di berbagai tempat seperti museum, galeri seni, city hall, bangunan bersejarah, teater, dan lain sebagainya.

"Darkmofo bukan festival sembarangan. Festival berkonsep serba gelap ini kian tahun kian ramai. Tahun lalu saja 276.000 orang datang ke Tasmania hanya untuk mengunjungi Darkmofo. Jelas sekali Darkmofo menjadi satu festival yang sangat ditunggu publik, baik dari Australia maupun mancanegara," katanya.

Kesenian yang ditampilkan dalam ajang itu yakni ogoh-ogoh yang merupakan karya seni patung yang berasal dari Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Sedangkan Bambu Gila adalah sebuah permainan yang berasal dari Maluku yang melibatkan kekuatan supranatural untuk menjalankannya, walaupun tidak diperlukan ritual tertentu.

Sebatang bambu dipegang oleh beberapa orang, lalu oleh seorang dukun bambu ini diberi mantera hingga lama-kelamaan bambu ini terasa berat sampai orang-orang yang memegangnya berjatuhan ke tanah.

Tidak hanya berat, bambu ini bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan musik. Pelaksanaannya biasanya diiringi dengan musik perkusi.

Styaningrum
By Styaningrum June 24, 2016 12:54