Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Waspadai Investasi Berkedok Sosial

Story Highlights

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Waspadai Investasi Berkedok Sosial

Related Articles

JAKNEWS | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, meminta masyarakat mewaspadai investasi yang berkedok kegiatan sosial, sebab dari berbagai kasus yang sudah pernah terjadi hal itu merugikan masyarakat.

Kepala OJK Kediri Bambang Hermanto, Kamis mengemukakan iming-iming investasi berkedok kegiatan sosial informasinya akan berlangsung di Kediri. Kegiatan itu bahkan mencatut OJK.

“Kegiatan itu dikamuflase seperti gerakan aktivis pecinta lingkungan hidup. Kami juga baru mengeceknya. Kami juga tidak terkait dengan kegiatan itu,” tegas Bambang kepada wartawan.

Ia mengatakan acara yang dikemas dengan gerakan amankan bumi (GAB). Gerakan itu bermodus mengamankan bumi dengan kampanye menanam pohon. Hal itu berlandaskan dari kondisi bumi yang semakin kritis.

Dari informasi yang diperoleh OJK, terdapat beberapa langkah untuk menawarkan investasi yang terdiri dari berbagai pilihan paket baik silver, gold, platinum. Untuk potensi pendapatan saat menjalankan bisnis itu, mendapatkan Rp60 ribu per pohon sebagai komisi.

Mereka yang tergabung juga mendapatkan berbagai macam fasilitas gratis, misalnya berbagai fasilitas pembayaran dari telepon seluler misalnya pulsa, PLN, PDAM, televisi kabel, dengan harga yang diklaim selisih, karena harga dari agen.

Ia mengatakan modus yang dimanfaatkan oleh gerakan amankan bumi tersebut hampir mirip dengan skema ponzi, yaitu investasi penipuan yang dirancang untuk memisahkan para investor dari uang mereka.

Iming-iming yang ditawarkan skema ponzi ini adalah manfaat dengan mendapatkan kembalian dalam jumlah besar di atas normal, sampai berita tentang keberhasilan untuk menggaet calon investor lainnya.

OJK sebelumnya, kata dia, juga telah menyatakan jika investasi Dream For Freedom (D4F) juga berpotensi merugikan masyarakat. Bahkan, saat ini investasi itu juga sudah mulai goyah. Bahkan, aktivitas di website juga sudah tidak aktif, dan diumumkan aktif pada 22 Februari 2016.

“Saat ini D4F sudah mulai goyah. Jika ada laporan masyarakat yang dirugikan bisa ditindak kepolisian,” katanya.

Bambang tetap berharap masyarakat untuk waspadai berbagai investasi ini. Saat ini, OJK pun juga sudah koordinasi dengan kepolisian terkait dengan acara gerakan amankan bumi yang akan digelar di sebuah hotel di Kediri.

Styaningrum
By Styaningrum February 18, 2016 12:19