PDI-P Hasto Kristianto Ada Proses Penjaringan Yang Dilakukan Pengurus Tingkat Atas.

JAKNEWS, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto mengatakan akan ada proses penjaringan yang dilakukan pengurus tingkat atas.

“Ujian sekarang adalah proses dari bawah, nanti akan ada proses pemetaan dari atas,” tutur Hasto saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI-P di Jakarta, Rabu siang.

Hasto menjelaskan, rencana tersebut dilakukan mengingat walaupun proses penjaringan sudah dilaksanakan pada tingkat DPD namun terkadang ditemukan celah atau kekurangan dari apa yang diharapkan partai dengan harapan masyarakat.

Oleh sebab itu, DPP PDI-P akan melakukan proses “jemput bola” pada calon atau kader yang dinilai memiliki potensi terbaik untuk diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

“Tapi nanti penilaiannya tetap akan menyatu dengan proses ujian assesment ini. Kami pastikan juga yang melalui pendaftaran akan dipadukan dengan hasil pemetaan DPP,” tutur Hasto menjelaskan proses seleksi tersebut.

Dia mencontohkan, strategi serupa juga dilakukan partai yang berlambang banteng itu saat mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.

“Dulu kita bekerjasama dengan Nasdem, Hanura, dan sebagainya. Lalu setelah sejumlah pertimbangan akhirnya mengerucut dan munculah nama pak Jusuf Kalla untuk dipasangkan dengan pak Jokowi. Ada pengaruh dinamika politik juga yang dipertimbangkan,” kata Hasto mengungkapkan.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan, proses penilaian assesment akan memakan waktu paling tidak 10 hari dengan menggunakan sistem psychological tools dan diharapkan paling tidak penilaian tes dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan obyektif.

“Ini hanya alat bantu karena pada akhirnya rakyat lah yang menentukan,” tutur Hasto menegaskan.

Pada tes tersebut, sebanyak 26 peserta calon gubernur dan wakil gubernur telah hadir dari total 35 calon yang mendaftar di DPD PDI-Perjuangan untuk ikut serta dalam Pilkada yang akan berlangsung pada bulan Februari 2017.

Di antara para peserta yang hadir terdapat sejumlah tokoh dan politisi nasional seperti Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Abraham Lunggana atau haji Lulung, dan Mischa Hasnaeni Moein atau yang kerap dipanggil Wanita Emas.

Styaningrum
By Styaningrum May 11, 2016 15:48