Ratusan Pemilik Vila Mewah Di Cianjur Menunggak Pajak

JAKNEWS, Ratusan pemilik vila mewah yang tersebar di sejumlah kawasan utara Cianjur Jawa Barat menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama puluhan tahun sehingga jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Kesadaran pemilik membayar pajak masih rendah, terbukti dengan banyaknya wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya ke pemerintah daerah dan didominasi oleh pemilik vila mewah. Tercatat di wilayah kami ini terdapat ratusan vila mewah milik warga luar daerah,” kata Kepala Urusan Keuangan Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet, Euis Cahyani kepada wartawan di Cianjur, Selasa.

Dia menjelaskan target murni penerimaan PBB yang harus diperoleh Desa Sukanagalih tahun 2015 Rp1.495.180.850, namun realisasinya hanya sebesar Rp336.062.611, sehingga tunggakan masih cukup besar.

Menurut dia, selama ini pemerintah desa terus berupaya memudahkan pemilik vila dengan cara membuka posko di sejumlah lokasi dengan tujuan agar bertemu langsung dengan wajib pajak atau pemilik vila.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu kami standby di vila-vila tersebut, namun jarang ada pemilik vila yang datang meskipun pada waktu libur. Sehingga penangihan pajak jauh dari target dimana nominalnya mencapai hanya mencapai ratusan juta rupiah saja,” katanya.

Dia mencontohkan tunggakan pajak terbesar di vila mewah seperti Kota Bunga mencapai Rp600 juta, Puncak Resort sekitar Rp300 juta dan Galaxy mencapai Rp100 Juta.

Ia menyebutkan selama ini banyak pemilik vila mewah di wilayah tersebut tidak memiliki SPPT karena wajib pajak tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak pada pemerintah dan melebihi waktu yang sudah ditentukan.

“Tunggakan pajak melebihi enam tahun, SPPT-nya dipending tidak dikeluarkan oleh pemerintah. Hingga saat ini belum ada layanan pembayaran pajak PBB yang dilakukan secara online, kami menilai hal tersebut menjadi kendala dalam upaya meningkatkan pendapatan pemerintah dari sektor pajak,” katanya.

Sementara Kepala Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Tjutju Hidajat mengatakan, pihaknya berharap pembayaran pajak online kembali diluncurkan pemerintah agar memudahkan wajib pajak karena selama ini kesadaran wajib pajak pemilik vila di wilayahnya masih minim terlebih pemilik tidak berdomisili di wilayah tersebut.

“Sulit untuk mencapai target pajak setiap tahunnya karena pemilik vila mewah di wilayah kami jarang datang. Ini bukan hanya dikeluhkan sekarang tapi sudah lama sekali, bahkan kami sudah berkali-kali menitipkan surat peringatan pada pemilik agar segera membayar kewajibannya,” kata Tjutju.

Styaningrum
By Styaningrum July 19, 2016 14:01